Pages

Thursday, November 23, 2017

KOP SURAT ANTROPOLOGI FISIP USU

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
DEPARTEMEN ANTROPOLOGI
Jalan Prof. A. Sofian No. 1 Kampus USU Medan 20155
Telepon/Fax : 061-8223605, 8211965, 8222238 / Email: dept_antrop_fisip@yahoo.com

Thursday, November 9, 2017

NAMA DAN ALAMAT DOSEN DEPARTEMEN ANTROPOLOGI FISIP USU


Dr. Fikarwin Zuska, M.Ant.
  1. Dr. Fikarwin Zuska, M.Ant | NIP 19621220 198903 1 005 | Jl. Bunga Wijaya Kesuma No.37A, P.B. Selayang II Medan / HP. 08128663997
  2. Drs. Agustrisno, M.SP | NIP 19600823 198702 1 001 | Jl. Alfaka VII No.8A Kel. Tanjung Mulia Hilir Medan Deli / HP. 
  3. Drs. Zulkifli Lubis, MA. | 19640123 199003 1 001 | Jl. Ekasuka VII No. 20 Kel. Gedung Johor Medan | Telp.7870398 | HP. 0811640457

Tuesday, July 19, 2016

OBSERVASI PARTISIPAN

Dalam observasi partisipasi, seorang peneliti harus lihai dalam menangkap kesan tentang budaya yang baru dikenalnya melalui pengamatan pada semua aktifitas manusia yang relevan dengan tema penelitian, yang dilakukan dengan penciuman, pendengaran, sentuhan, dan rasa. Ada tiga tahap dalam melakukan observasi partisipasi yang lazim, yaitu: (1) memilih setting penelitian; (2) mencari jalan untuk masuk ke dalam setting, biasanya secara formal atau informal; dan (3) melakukan pengamatan yakni mengamati dan memindahkan hasil pengamatan ke dalam catatan.

Keberhasilan seorang peneliti terletak pada mampu tidaknya membaur.


Thursday, July 14, 2016

KEARIFAN LOKAL, LOCAL WISDOM, LOCAL GENIUS

Kearfian lokal atau sering disebut local wisdom dapat dipahami sebagai usaha manusia dengan menggunakan akal budinya (kognisi) untuk bertindak dan bersikap terhadap sesuatu objek atau peristiwa yang terjadi dalam ruang tertentu.

Kearifan lokal adalah istilah yang dipinjam dari kata bahasa inggris "local wisdom". Walaupun kata local atau lokal agak condong kepada hal-hal yang menyangkut geografis, tetapi umumnya dimaknai sebagai bagian dari sistem nilai budaya suatu kesatuan sosial.

Batasan kearifan lokal, dapat dipahami sebagai berikut:

  1. Adalah sebuah sistem gagasan dan ide yang merupakan milik bersama suatu kesatuan sosial,
  2. Sistem gagasan itu berfungsi sebagai blue print atau pedoman bagi sikap dan perilaku bersama anggota kesatuan sosial tersebut dalam berinteraksi dengan lingkungan alam dan seterusnya.
  3. Sistem gagasan itu berakar dari kristalisasi pengalaman hidup bersama dalam berinteraksi dengan lingkungan alam dan sosialnya.
Kearifan lokal dan Invisible Power
  1. Dalam banyak hal, kearifan lokal merupakan invisible power yang dapat memaksa anggota kesatuan sosial itu untuk mematuhinya. Contoh: cucitangan, ke Gereja pake sepatu.
  2. Kearifan lokal ditransmisikan melalui mekanisme yang khas milik kesatuan sosial tersebut. Contoh: kita harus menulis pake tangan kanan.
Bentuk kearifan lokal

PERBEDAAN MANUSIA BARAT DAN MANUSIA TIMUR


A. PENGETAHUAN
  • Barat
    • Mengutamakan akal sebagai alat penalaran dan memperoleh pengetahuan,
    • Abstraksi sangat penting dalam memahami hidup,
    • Pengetahuan berguna untuk menguasai dunia.
  • Timur
    • Mengutamakan hati / perasaan yang merupakan alat pemersatu akal dan intuisi atau intelegensi dan perasaan,
    • Menekankan pada simbol yang sifatnya konkret,
    • Pengetahuan berguna untuk menjadi bijaksana dalam menghadapi hidup yang sulit.
B. SIKAP TERHADAP ALAM
  • Barat, mempunyai motivasi untuk menguasai alam, karena manusia barat berjarak dengan alam--muncullah eksploitasi dan ekspansi. Sedangkan Timur, menghormati alam karena menganggap alam dan manusia merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan (holistik)--muncullah harmonisasi.
  • Timur, memposisikan alam sebagai manusia. Sedangkan Barat, tidak memposisikan alam sebagai manusia, alam ya alam, manusia ya manusia.
C. CITA-CITA HIDUP
  • Barat, Manusia barat mempunyai sikap aktif, mereka aktor dari kehidupan dan terus berpetualang dalam hidupnya.
  • Timur, nilai tertinggi dalam hidup datang dari dalam, menerima keadaan, mengumpulkan pengalaman, mengintegrasikan diri dan waktu demi kesempurnaannya.
D. STATUS PERSONA
  • Barat, menghargai hak individu sehingga membentuk pribadi yang percaya diri, terus terang, realistis, dan berani menjadi
  • Timur, keberadaan manusia baru berarti apabila ia tidak memisahkan diri dari masyarakat atau berpikir secara sosial-kolektif.
#kearifanlokal #localgenius #localwisdom #antropologi #sosial #antropologisosial #fisip #usu #2012

Monday, July 11, 2016

CARA MEMBUAT PROPOSAL PENELITIAN

1. Latar Belakang

  • Pernyataan:
    • Masalah (general statement) --> objek, subjek, lokasi
    • Pertimbangan latar belakang, Mengapa muncul ide ini, Jelaskan alasan-alasan tersebut, bahan bacaan
  • Keterangan
  • Rangkuman: (Pernyataan + Keterangan)

2. Tinjauan Pustaka

  • Pengungkapan
  • Pendapat ahli Antropologi dan Ahli diluar antropologi
  • Tinjauan kepustakaan
  • Munculkan dan dapatkan konsep-konsep, asumsi-asumsi, teori-teori, metode-metode
  • NOTICE
    • Harus tahu celah-celah yang bisa dimasuki, Harus tahu apa yang paling penting diteliti, Harus tahu apa yang paling mendesak diteliti.
    • Bagian akhir tinjauan pustaka--terlihat konstruksi pemikiran teoritis yang dibangun oleh "penulis" dari pustaka-pustaka yang ditinjaunya.
    • Manfaat tinjauan pustaka: menerangkan seperti apa orang lain berbuat dan berpikir sehubungan dengan judulmu --> mendapat pendapat orang lain (menangkap sudut pandang)

3. Perumusan Masalah

  • Bersumber dari tinjauan pustaka,
  • Ringkas tinjauan pustaka yang barusan dibuat ke dalam bentuk pertanyaan dan akhirnya dijawab

4. Tujuan dan Manfaat Penelitian

  • Sebutkan hal berikut dalam menulis tujuan dan manfaat penelitian
    • Apa yang ingin diketahui dan pahami
    • Dikalangan siapa
    • Dengan cara apa
    • Berapa lama
    • Dimana

5. Metode-Metode

  • Wawancara
  • Observasi Partisipasi
  • Metode lain: RRA, PRA, FGD, Life History Method, dll.
  • NOTICE
    • Metode tersebut digunakan saat kapan...... jelaskan.....
    • Sertakan alasan penggunaan suatu metode
    • Suatu metode punya kekuatan dan kelemahan dalam menangkap "data dan informasi"
    • Sebutkan cara-cara menyimpan/arsipkan data (Rekaman suara, rekaman video, fotografi), terpenting disini pembuatan catatan lapangan (field note)
    • Informan yang dituju walaupun tidak final (tokoh adat, agama, kelembagaan), 
    • Ungkapkan cara-cara pengembangan rapport kerjasama dan saling percaya terbina

Sunday, November 15, 2015

INTERAKSI SOSIAL / PROSES SOSIAL

Pengertian
Interaksi Sosial atau proses-proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila para individu dan kelompok-kelompok saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada. Atau dengan perkataan lain, proses sosial diartikan sebagai pengaruh timbal balik antara pelbagai segi kehidupan bersama.

Contoh Interaksi Sosial

Interaksi sosial sangat berguna untuk menelaah dan mempelajari banyak masalah di dalam masyarakat. Sebagai contoh di Indonesia, dapat dibahas bentuk-bentuk interaksi sosial yang berlangsung antara pelbagai suku bangsa, antara golongan-golongan yang disebut mayoritas dan minoritas, dan antara anggota golongan terpelajar dengan golongan agama dan seterusnya. Interaksi sosial merupakan kunci semua kehidupan sosial karena tanpa interaksi sosial, tak akan mungkin ada kehidupan bersama.

Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk, yaitu sebagai berikut:
1. Antara orang-perorangan.
2. Antara orang perorangan dengan suatu kelompok manusia atau sebaliknya.
3. Antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya.

Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis, menyangkut hubungan antara individu, antara kelompok maupun antara individu dengan kelompok.

Dua syarat terjadinya interaksi sosial:

  1. Adanya kontak sosial (social contact), yang dapat berlangsung dalam tiga bentuk, yaitu antarindividu, antarindividu dengan kelompok, antarkelompok. Selain itu, suatu kontak dapat pula bersifat langsung maupun tidak langsung.
  2. Adanya komunikasi, yaitu seseorang memberi arti pada perilaku orang lain, perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.